Istiqomah Sebagai Pilar Aktivisme Sosial: Kajian Literatur Tentang Keteguhan Moral, Resiliensi, Dan Keberlanjutan Gerakan

Authors

  • Ahmad Mulyadi Universitas Pelita Bangsa, Bekasi, Indonesia
  • Muhammad Saefuddin Universitas Darul Ma'arif, Indramayu, Indonesia
  • Nufasilul Ayati Universitas Darul Ma'arif, Indramayu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61166/lpi.v2i3.152

Keywords:

Istiqomah, Aktivisme Sosial, Teori Konstruksi Sosial

Abstract

Aktivisme sosial kerap dihadapkan pada tantangan struktural, kelesuan partisipasi, dan risiko kelelahan psikologis di kalangan pelakunya. Artikel ini mengkaji konsep istiqomah—keteguhan, konsistensi, dan komitmen yang tidak mudah goyah, berakar dalam ajaran Islam sebagai kerangka etis-spiritual yang berpotensi menopang keberlanjutan aktivisme sosial. Kajian menggunakan pendekatan tinjauan literatur naratif bertipe semi-sistematis, dengan prosedur pencarian pada basis data Google Scholar, Garuda, dan Moraref menggunakan kata kunci “istiqomah/istiqamah”, “aktivisme sosial”, dan “keberlanjutan gerakan sosial”, yang disaring berdasarkan kejelasan metadata dan relevansi tematik. Penelusuran menunjukkan adanya kesenjangan penelitian (research gap): literatur istiqomah umumnya berkembang dalam ranah pendidikan karakter dan tafsir Al-Qur’an, sementara literatur aktivisme sosial jarang mengintegrasikannya secara sistematis sebagai kerangka keberlanjutan gerakan. Artikel ini mensintesiskan lima dimensi istiqomah—keteguhan niat, konsistensi tindakan, kesabaran dan resiliensi, integritas, serta kohesi sebagai kerangka konseptual utama, dan menganalisisnya melalui teori konstruksi sosial untuk menjelaskan bagaimana istiqomah individual dapat terinternalisasi menjadi norma kolektif gerakan. Artikel ini juga menegaskan pembedaan konseptual antara aktivisme sosial, aktivisme politik, dan Islamisme, yang kerap tumpang tindih dalam literatur populer. Kelima dimensi istiqomah secara konseptual relevan untuk menopang daya tahan aktivis, namun klaim bahwa istiqomah “mencegah” burnout masih bersifat hipotesis, mengingat penelitian empiris tentang burnout aktivis menunjukkan bahwa budaya organisasi dan dukungan komunitas bukan semata konstruk spiritual individual berperan besar terhadap kerentanan burnout. Studi ini bersifat konseptual dan belum diuji secara empiris; kontribusi utamanya adalah kerangka sintesis yang dapat menjadi dasar penelitian lapangan selanjutnya.

References

Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The Social Construction Of Reality. Anchor Books.

Chen, C., & Gorski, P. (2015). Burnout In Social Justice And Human Rights Activists: Symptoms, Causes And Implications. Journal Of Human Rights Practice, 7, 366–390. Https://Doi.Org/10.1093/Jhuman/Huv011

Dewantara, R., & Widhyharto, D. (2016). Aktivisme Dan Kesukarelawanan Dalam Media Sosial Komunitas Kaum Muda Yogyakarta. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 19, 40. Https://Doi.Org/10.22146/Jsp.10855

Fairbrother, M., Penker, M., Hadler, M., & Fairbrother, M. (2024). Trust , Social Movements , And The State Trust , Social Movements , And The State. Journal Of Trust Research, 14(2), 157–187. Https://Doi.Org/10.1080/21515581.2024.2391385

Golose, P. R. (2022). Cyber Terrorism- A Perspective Of Policy Analysis. International Journal Of Cyber Criminology, 16(2), 149–161. Https://Doi.Org/10.5281/Zenodo.4766572

Istiqamah, N. (2019). Phinisi Integration Review Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial ( Studi Integrasi Nilai – Nilai Karakter ) Pada Peserta Didik Sekolah Dasar Negeri Sudirman II Makasar. Phinisi Integration Review, 2(1).

Istiqomah, Y. Y., & Dewi, D. A. (2021). Memperkuat Integrasi Nasional Melalui Generasi Bangsa Dan Teknologi Pada Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Journal Of Education, Humaniora And Social Sciences (JEHSS), 4(1), 272–277. Https://Doi.Org/10.34007/Jehss.V4i1.639

Jati, W. (2016). Cyberspace, Internet, Dan Ruang Publik Baru: Aktivisme Online Politik Kelas Menengah Indonesia. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 3, 25. Https://Doi.Org/10.22146/Jps.V3i1.23524

Karim, S., & Mamat, S. A. (2013). Aktivisme Dan Perilaku Politik Islam: Teori, Pemikiran Dan Gerakan. Jurnal Diskursus Islam, 1(April), 127–143.

Künkler, M. (2010). Asef Bayat, Making Islam Democratic: Social Movements And The Post-Islamist Turn (Stanford, Calif.: Stanford University Press, 2007). Pp. 320. $55.00 Cloth, $21.95 Paper. International Journal Of Middle East Studies, 42, 722–723. Https://Doi.Org/10.1017/S002074381000111X

Mahfudho, S., & Abdillah, N. (2023). Konsep Istiqomah Dalam Kitab Riyadh Ash- Sholihin Karya Imam An-Nawawi Dan Relevansinya Dengan Tujuan Pendidikan Islam. RISDA : Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam, 7(1), 43–62.

Mundzir, I. (2020). Konstruksi Psikologi Istiqamah Dalam Literatur Tafsir. Https://Api.Semanticscholar.Org/Corpusid:234675413

Snyder, H. (2019). Literature Review As A Research Methodology: An Overview And Guidelines. Journal Of Business Research, 104, 333–339. Https://Doi.Org/10.1016/J.Jbusres.2019.07.039

Taufiq, M. (2017). Istiqamah Dalam Perspektif Al-Qur’an (Kajian Tafsîr Al-Jîlanî). Qaf: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 2(1), 216–232.

Zuhdi, M. (2017). Istiqomah Dan Konsep Diri Seorang Muslim. RELIGIA, 14. Https://Doi.Org/10.28918/Religia.V14i1.36

Downloads

Published

2026-09-10

How to Cite

Ahmad Mulyadi, Saefuddin, M., & Ayati, N. (2026). Istiqomah Sebagai Pilar Aktivisme Sosial: Kajian Literatur Tentang Keteguhan Moral, Resiliensi, Dan Keberlanjutan Gerakan. Lentera Peradaban: Journal on Islamic Studies, 2(3), 274–283. https://doi.org/10.61166/lpi.v2i3.152

Issue

Section

Articles

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.