Cryptocurrency dalam Perspektif Maqashid Syariah: Analisis Hukum, Risiko, dan Implikasinya dalam Ekonomi Islam

Authors

  • Marsya Aulia Putri Universitas Pelita Bangsa
  • Nur Dina Kamilia Universitas Pelita Bangsa
  • Hudallah Universitas Darul Ma'arif, Indramayu, Indonesia
  • Sumarta Universitas Pelita Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.61166/lpi.v2i1.33

Keywords:

Cryptocurrency, Ekonomi Islam, Gharar, Maysir

Abstract

Perkembangan pesat teknologi keuangan digital telah melahirkan cryptocurrency sebagai instrumen baru dalam sistem ekonomi global, namun kehadirannya memunculkan persoalan serius terkait legalitas, stabilitas, serta kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis eksistensi dan implikasi cryptocurrency dalam perspektif ekonomi Islam dengan meninjau status hukum, manfaat, dan risikonya menggunakan pendekatan maqashid syariah. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis literatur ilmiah, fatwa, dan regulasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cryptocurrency masih menjadi objek perbedaan pendapat di kalangan ulama: sebagian menilai mengandung unsur gharar dan maysir akibat volatilitas dan spekulasi, sementara sebagian lain membolehkannya sebagai komoditas digital dengan syarat memenuhi prinsip transparansi, keadilan, dan kejelasan akad. Pendekatan maqashid syariah menunjukkan bahwa legalitas cryptocurrency bergantung pada sejauh mana ia membawa kemaslahatan dan meminimalkan mafsadah. Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang komprehensif dan berbasis syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa cryptocurrency berpotensi menjadi instrumen inovasi ekonomi, namun implementasinya harus tetap berada dalam kerangka nilai-nilai syariah.

References

AAOIFI. (2017). Shariah Standards. Manama: Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions.

Al-Suwailem, S. (2016). Hedging in Islamic Finance. Jeddah: Islamic Development Bank.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. (2019). Peraturan Bappebti Tahun 2019 Tentang Pasar Fisik Aset Kripto. Jakarta: Bappebti.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. (2019). Surat Keputusan Kepala Bappebti Nomor 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka. Jakarta: Bappebti.

Bank Indonesia. (2016). Peraturan Bank Indonesia No. 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran. Jakarta: Bank Indonesia.

Billah, M. M. (2019). Islamic Fintech: Innovation and Regulation. Cham: Springer.

Böhme, R., Christin, N., Edelman, B., & Moore, T. (2015). Bitcoin: Economics, Technology, and Governance. Journal of Economic Perspectives, 29(2), 213–238.

Chapra, M. U. (2000). The Future of Economics: An Islamic Perspective. Leicester: The Islamic Foundation.

Cholyfah Ayu Nuraeny, Tiara Supinah, Sumarta, & Faiz Musthofa Abbas. (2025). The Values Of Justice In Prophet Muhammad’s Trading Practices: An Islamic Economic Review (Nilai-Nilai Keadilan Dalam Praktik Dagang Rasulullah: Tinjauan Ekonomi Islam). Lentera Peradaban: Journal on Islamic Studies, 1(4), 202–211. https://doi.org/10.61166/lpi.v1i4.21

ElBahrawy, A., Alessandretti, L., Kandler, A., Pastor-Satorras, R., & Baronchelli, A. (2017). Evolutionary dynamics of the cryptocurrency market. Royal Society Open Science, 4(11).

IFSB (Islamic Financial Services Board). (2020). Guiding Principles on Shariah Governance Systems. Kuala Lumpur: IFSB.

Indi Rahmat Hidayat, Sumarta, & Rifqi. (2025). Public Rights In The Perspective Of Islamic Jurisprudence (Hak-Hak Umum Dalam Perspektif Hukum Islam). Lentera Peradaban: Journal on Islamic Studies, 1(4), 212–224. https://doi.org/10.61166/lpi.v1i4.28

Iqbal, Z., & Mirakhor, A. (2011). An Introduction to Islamic Finance: Theory and Practice. Singapore: Wiley.

Ismail, A. (2011). Perbankan Syariah. Jakarta: Kencana.

Khan, M. F. (2019). Islamic Banking and Finance: New Perspectives on Profit-Sharing and Risk. Cheltenham: Edward Elgar.

Kholis, A., & Mu’alim. (2018). Transaksi dalam Ekonomi Islam. Jurnal Ekonomi Syariah, 5(2), 45–58.

Majelis Ulama Indonesia. (2021). Fatwa Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia Nomor 144/DSN‑MUI/XII/2021 tentang Marketplace Berdasarkan Prinsip Syariah. Jakarta: MUI.

Majelis Ulama Indonesia. (2022). Hasil Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa ke‑7. Jakarta: MUI.

Narayanan, A., Bonneau, J., Felten, E., Miller, A., & Goldfeder, S. (2016). Bitcoin and Cryptocurrency Technologies: A Comprehensive Introduction. Princeton: Princeton University Press.

Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Perkembangan Aset Kripto di Indonesia dan Regulasi Terkait. Jakarta: OJK.

Rahmawati, Mardiana. (2022). HUKUM CRYPTOCURRENCY SEBAGAI ALAT TRANSAKSI (Analisis Perbandingan Hasil Putusan Bahtsul Masa’il Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DI. Yogyakarta tahun 2021). Fakultas Syari’ah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Saleh, F. (2020). Blockchain without waste: Proof-of-stake. The Review of Financial Studies, 34(3), 1156–1190.

Usmani, M. T. (2002). An Introduction to Islamic Finance. Karachi: Idaratul Ma’arif.

Yermack, D. (2015). Is Bitcoin a real currency? Handbook of Digital Currency, 31–43.

Downloads

Published

2026-03-10

How to Cite

Marsya Aulia Putri, Nur Dina Kamilia, Hudallah, & Sumarta. (2026). Cryptocurrency dalam Perspektif Maqashid Syariah: Analisis Hukum, Risiko, dan Implikasinya dalam Ekonomi Islam. Lentera Peradaban: Journal on Islamic Studies, 2(1), 1–18. https://doi.org/10.61166/lpi.v2i1.33

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.