Reconstructing the Concept of Marriage: Preventing the Spread of Unregistered Marriages through Legal Literacy and Sharia Ethics

Authors

  • Suwarno FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS WIRALODRA
  • Hudallah Hudallah Institut Agama Islam Ma'arif Darul Fikri, Indramayu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61166/lpi.v1i1.1

Keywords:

Nikah sirih, Hukum Islam, Rukun dan Syarat Pernikahan

Abstract

Although a marriage may be deemed valid under Islamic Sharia provided it fulfills the essential pillars (arkan) and conditions (shurut) (such as the presence of a guardian (wali) and witnesses) the practice of unregistered marriage (nikah siri) remains a profound socio-legal concern. This paper argues that while religiously legitimate, unregistered marriages often fail to serve as a sustainable solution for marital relationships. No religious framework inherently recommends bypassing legal registration. The absence of official documentation creates a significant legal vacuum, leading to detrimental consequences primarily for women and children regarding their civil rights and inheritance. This study emphasizes the urgency of preventing the normalization of unregistered marriages. It advocates for a deeper understanding of the "true meaning of marriage," which encompasses not only spiritual fulfillment but also legal certainty and social responsibility to ensure the welfare of the family unit.

References

Abdurrahman. (2010). Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: Akademika Pressindo.

Armansyah. (2017). Perkawinan siri dalam perspektif hukum Islam dan undang-undang Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan. Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum, 1(2), 1-16.

Atmaja, B. (1995). Nikah Sirri: Antara tradisi dan hukum Islam. Jakarta: Gema Insani Press.

Basyir, A. A. (2000). Hukum perkawinan Islam. Yogyakarta: UII Press.

Dahlan, A. (2014). Hukum perkawinan Islam komprehensif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fauziyah, R. (2022). Nikah siri: Pengertian, jenis, hingga dampak positif dan negatif. Gramedia Blog. https://www.gramedia.com/literasi/nikah-siri/

Ghazaly, A. R. (2003). Fiqh munakahat. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Ibrahim, M. (2018). Implikasi hukum nikah siri terhadap kedudukan istri dan anak dalam perspektif hukum positif Indonesia. Jurnal Ilmiah Hukum, 10(2), 145-160.

Kurniawati, V. (2019). Nikah siri. Jakarta: Rumah Fiqih Publishing.

Latif, J. (2015). Pernikahan di bawah tangan dan perlindungan hak asasi perempuan. Jakarta: Rajawali Pers.

Mughniyah, M. J. (2001). Fiqh lima madzhab: Ja'fari, Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hambali. Jakarta: Lentera.

Nasution, K. (2005). Hukum perkawinan I. Yogyakarta: ACAdeMIA + Tazzafa.

Nuruddin, A., & Tarigan, A. A. (2004). Hukum perdata Islam di Indonesia: Studi kritis perkembangan hukum Islam dari fiqh, UU No. 1/1974 sampai KHI. Jakarta: Prenada Media.

Ramulyo, M. I. (2004). Hukum perkawinan Islam: Suatu analisis dari Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Sabiq, S. (2006). Fikih sunnah (Jilid 3). Jakarta: Pena Pundi Aksara.

Sholikhin, M. (2013). Hukum pernikahan Islam: Konstruksi sosiologis dan filosofis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Subekti, R. (2010). Pokok-pokok hukum perdata. Jakarta: Intermasa.

Syarifuddin, A. (2006). Hukum perkawinan Islam di Indonesia: Antara fiqh munakahat dan undang-undang perkawinan. Jakarta: Kencana.

Thabrani, H. M. (2021). Analisis perlindungan anak dalam perkawinan siri di Indonesia. Jurnal Hukum Keluarga, 15(1), 55-72.

Yanggo, C. T. (2002). Fikih perempuan kontemporer. Jakarta: Gema Insani Press.

Downloads

Published

2025-01-22

How to Cite

Suwarno, & Hudallah, H. (2025). Reconstructing the Concept of Marriage: Preventing the Spread of Unregistered Marriages through Legal Literacy and Sharia Ethics. Lentera Peradaban: Journal on Islamic Studies, 1(1), 25–31. https://doi.org/10.61166/lpi.v1i1.1

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.