ISLAMOPHOBIA IN INDONESIA’S DIGITAL SPACE: A CRITICAL ANALYSIS OF ITS IMPLICATIONS FOR DA'WAH PRACTICES AND CONTEMPORARY COMMUNICATION STRATEGIES (Islamofobia Di Ruang Digital Indonesia: Analisis Kritis Implikasinya Terhadap Praktik Dakwah Dan Strategi Komunikasi Kontemporer)
DOI:
https://doi.org/10.61166/lpi.v2i1.38Keywords:
Islamofobia, Dakwah, Literasi Digital, Strategi DakwahAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis fenomena Islamofobia dan implikasinya terhadap praktik dakwah di Indonesia dalam konteks digital kontemporer. Islamofobia sebagai bentuk prasangka, stereotip, dan diskriminasi terhadap Islam dan umat Muslim tidak hanya berkembang di Barat, tetapi juga mulai termanifestasi dalam ruang digital Indonesia dan kawasan Asia Tenggara melalui misinformasi, framing media, serta polarisasi identitas keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka yang diperkaya melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengombinasikan analisis wacana (discourse analysis) untuk mengkaji konstruksi narasi Islamofobia dan analisis konten (content analysis) untuk mengidentifikasi pola pesan dalam materi dakwah dan media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islamofobia berdampak signifikan terhadap efektivitas dakwah, terutama dalam membentuk resistensi audiens, menurunkan tingkat kepercayaan publik, serta memperkuat bias dalam ekosistem digital. Penelitian ini menemukan bahwa strategi dakwah yang efektif dalam merespons Islamofobia meliputi pembangunan narasi tandingan berbasis edukasi digital, penguatan literasi media, penerapan pendekatan dakwah dialogis, serta pengembangan kolaborasi lintas agama melalui gerakan digital interfaith. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas juru dakwah dalam literasi digital dan komunikasi lintas budaya, serta perlunya kebijakan yang adaptif dan responsif dalam menghadapi penyebaran narasi Islamofobia di ruang publik digital.
References
Azhar, M. (2020). Islamofobia: Manifestasi dan dampaknya di Indonesia. Jurnal Studi Islam, 15(2), 123–145.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Fairclough, N. (1995). Critical discourse analysis: The critical study of language. Longman.
Fauzi, I., & Khoirudin, M. (2021). Literasi digital dan dakwah di era modern: Tantangan dan solusi. Jurnal Komunikasi Islam, 10(1), 77–90.
Hasan, A. (2019). Persepsi Islam dan Islamofobia di Indonesia: Suatu kajian sosial. Penerbit Masyarakat.
Huntington, S. P. (1996). The clash of civilizations and the remaking of world order. Simon & Schuster.
Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). Sage Publications.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Sage Publications.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Rahayu, S., & Putri, L. (2022). Dakwah dan tantangan Islamofobia: Strategi inovatif untuk masyarakat modern. Jurnal Dakwah dan Media, 8(3), 45–60.
Said, E. W. (2001). Covering Islam: How the media and the experts determine how we see the rest of the world (Revised ed.). Vintage Books.
Sari, N. (2023). Media sosial dan penyebaran narasi Islamofobik: Analisis konten digital. Jurnal Ilmu Komunikasi, 12(4), 102–115.
Sudirman, R., & Fatmawati, N. (2018). Pengaruh stereotip media terhadap persepsi masyarakat tentang Islam. Jurnal Sosial dan Budaya, 11(2), 89–105.
Zainal, A. (2021). Menghadapi Islamofobia: Strategi dakwah di era digital. Jurnal Agama dan Perubahan Sosial, 9(2), 67–80.
Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.




