Shura, Justice, And Islamic Civic Ethics In Modern Democracy

Authors

  • Rifqi Rifqi Universitas Darul Ma'arif, Indramayu, Indonesia
  • Agus Suryana Institut Agama Islam Pangeran Darma Kusuma Segeran, Indramayu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61166/lpi.v2i3.134

Keywords:

syura, etika kewarganegaraan, demokrasi, etika politik Islam

Abstract

Hubungan antara nilai-nilai Islam dan etika kewarganegaraan dalam demokrasi telah lama menjadi perdebatan. Namun, literatur Indonesia mutakhir cenderung berhenti pada penegasan normatif bahwa Islam dan demokrasi memiliki kesesuaian. Artikel ini bertujuan memetakan konvergensi, divergensi, dan kesenjangan penelitian dalam kajian etika kewarganegaraan Islam di negara demokratis, dengan Indonesia sebagai konteks utama. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif dan analisis isi tematik. Sebanyak 21 sumber terbitan 2021–2025 dipilih melalui penelusuran sistematis pada Google Scholar, Garuda, DOAJ, dan Scopus, kemudian dianalisis melalui pengodean terbuka, aksial, dan selektif. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, literatur konvergen pada syura, keadilan, dan amar makruf nahi munkar sebagai landasan normatif etika kewarganegaraan Islam, tetapi cenderung mengabaikan perbedaan struktural antara syura dan demokrasi. Kedua, terdapat dua kecenderungan analitis, yaitu aliran kompatibilis yang menekankan kesesuaian nilai Islam dengan demokrasi dan aliran kritis-substantif yang menyoroti persoalan tafsir, kesetaraan kewarganegaraan, dan kelembagaan. Ketiga, pendidikan kewarganegaraan hampir selalu diajukan sebagai mekanisme integrasi nilai Islam dan demokrasi, tetapi korpus yang ditelaah belum menyediakan bukti empiris yang memadai mengenai pengaruhnya terhadap perilaku kewargaan. Temuan ini menunjukkan bahwa kesenjangan utama kajian bukan lagi terletak pada persoalan kompatibilitas normatif, melainkan pada belum memadainya penelitian mengenai mekanisme penerjemahan nilai Islam ke dalam praktik, institusi, dan perilaku kewarganegaraan dalam kehidupan demokratis.

References

Alfendi, A. S. (2024). Etika politik Nahdlatul Ulama dalam konstruksi konsep kenegaraan modern. Jurnal Penelitian Multidisiplin Terpadu, 8(6).

Almond, G. A., & Verba, S. (1963). The civic culture: Political attitudes and democracy in five nations. Princeton University Press.

An-Na‘im, A. A. (2008). Islam and the secular state: Negotiating the future of Shari‘a. Harvard University Press.

Aulia, A. H., Wiraganti, R. W., Fatmawati, Y., Sugiyarti, A., & Sukti, S. (2024). Perbandingan pemikiran ketatanegaraan dalam Islam: Fazlur Rahman dan Muhammad Amien Rais. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(3), 9017–9028.

Billahi, S. (2025). Demokrasi, Islam, dan etika publik: Memahami politik kewargaan di Indonesia. Studia Islamika, 32(1), 161–174. https://doi.org/10.36712/sdi.v32i1.46244

Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Dahl, R. A. (1989). Democracy and its critics. Yale University Press.

Dahl, R. A. (1998). On democracy. Yale University Press.

Esposito, J. L., & Voll, J. O. (1996). Islam and democracy. Oxford University Press.

Firma, H., & Nazir, M. (2025). Islamic education curriculum reform as a pathway to Muslim nationalism in Germany. TOFEDU: The Future of Education Journal, 4(6), 1535–1549.

Fu’adah, A. (2024). Implikasi etika penyelenggara pemilihan umum terhadap penegakan demokrasi di Indonesia: Sebuah evaluasi. Prosiding Seminar Hukum Aktual Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, 229–239.

Habermas, J. (1996). Between facts and norms: Contributions to a discourse theory of law and democracy (W. Rehg, Trans.). MIT Press.

Hasan, M. I. (2008). Pokok-pokok materi metodologi penelitian dan aplikasinya. Ghalia Indonesia.

Hefner, R. W. (2000). Civil Islam: Muslims and democratization in Indonesia. Princeton University Press.

Hefner, R. W. (2024). Islam and citizenship in Indonesia: Democracy and the quest for an inclusive public ethics. Routledge.

Hermawan, N., & Murjoko, A. (2025). Reaktualisasi dakwah politik di Indonesia: Antara warisan khilafah dan realitas demokrasi modern. Action Research Journal Indonesia (ARJI), 7(2), 954–975.

Jihad, B. (2021). Implementasi prinsip amar makruf nahi munkar sebagai etika politik Islam. Sophist: Jurnal Sosial Politik Kajian Islam dan Tafsir, 3(1), 108–129.

Kymlicka, W. (1995). Multicultural citizenship: A liberal theory of minority rights. Oxford University Press.

Malik, A., Rahim, A., & Taufiqurachman, T. (2023). Urgensi etika politik menurut Ibnu Khaldun dalam implementasinya di Indonesia. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(5), 3599–3610.

Margiansyah, D., Basyar, M. H., Mashad, D., Ghafur, M. F., & Wahyudhi, N. (2025). Beyond radicalism: Islamist attitudes and democratic support in Indonesia. SAGE Open. https://doi.org/10.1177/21582440251378287

Mariyah, C. (2022). Merebut tafsir Pancasila: Norma Islam sebagai fondasi “politik halal” dalam kepolitikan demokrasi pemilu di Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Program Doktor Ilmu Hukum, 1–20.

Marshall, T. H. (1950). Citizenship and social class and other essays. Cambridge University Press.

Mouffe, C. (2000). The democratic paradox. Verso.

Nasution, I., & Dianto, I. (2023). Demokrasi dan kebebasan pers: Negara, demokrasi, dan kebebasan pers sebagai pilar demokrasi. ITTISHOL: Jurnal Komunikasi dan Dakwah, 1(1), 90–107.

Pikri, Z., Syadzali, A., & Amaly, N. (2021). Warga negara, bukan kafir: Wacana status non-Muslim di Indonesia dalam situs-situs NU. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 20(1), 95–115.

Putnam, R. D. (1993). Making democracy work: Civic traditions in modern Italy. Princeton University Press.

Rahman, F. (1982). Islam and modernity: Transformation of an intellectual tradition. University of Chicago Press.

Rawls, J. (1993). Political liberalism. Columbia University Press.

Rizqia, F. (2021). Penggunaan media sosial Facebook terhadap etika politik pada kampanye pilkada di Kabupaten Karawang [Disertasi doktoral, FKIP Universitas Pasundan].

Saputra, R. (2022). Etika politik Islam pada Pileg 2019 perspektif Nahdlatul Ulama Lubuklinggau. Ampera: A Research Journal on Politics and Islamic Civilization, 3(1), 34–43.

Sari, N. P., & Saputra, I. (2024). Konsep syura dan demokrasi dalam pandangan Al-Qur’an. Lathaif: Literasi Tafsir, Hadis dan Filologi, 3(1), 38–51.

Sawaliya, N., Budiman, A. G., Maharani, D. D., Aida, I. N., Ridwansyah, M., & Suryaningsi, S. (2025). Kontroversi larangan hijab dalam Paskibraka 2024: Ironi implementasi Pancasila dalam kebijakan publik. Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 14(6), 161–170.

Setiawan, W., & Muhid, A. (2021). Pengaruh media terhadap pendewasaan politik umat Islam: Literatur review. Perspektif Komunikasi: Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis, 5(1), 73–85.

Siswanto, E., & Islamy, A. (2022). Meninjau ulang polemik formalisasi hukum Islam di Indonesia perspektif demokrasi Pancasila: Analisis SWOT. MIYAH: Jurnal Studi Islam, 18(1), 19–40.

Syafi’i, M., & Najib, M. (2024). Relasi Islam dan demokrasi dalam perspektif Islam: Kajian teoritis dari sudut pandangan tokoh. Daarus Tsaqofah: Jurnal Pendidikan Pascasarjana Universitas Qomaruddin, 1(2), 107–117.

Syahdiyono, F. (2022). Penyelenggaraan pemilihan umum dalam masyarakat demokratis menurut prinsip Islam. Al-Wathan: Jurnal Ilmu Syariah, 3(1), 130–150.

Ulfah, N., Hidayah, Y., & Trihastuti, M. (2021). Urgensi etika demokrasi di era global: Membangun etika dalam mengemukakan pendapat bagi masyarakat akademis melalui pendidikan kewarganegaraan. Jurnal Kewarganegaraan, 5(2), 329–346.

Utama, L. M., & Budiman, N. (2023). Pendidikan berkarakter berperspektif Islam. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 2(6), 1126–1132.

Utomo, H. K. (2022). Genealogi pemikiran Islam liberal dan pemikiran Soekarno: Nasionalisme, demokrasi, dan pluralisme. Communitarian: Jurnal Prodi Ilmu Politik, 4(1). https://doi.org/10.56985/jc.v4i1.232

Downloads

Published

2026-09-10

How to Cite

Rifqi, R., & Suryana, A. (2026). Shura, Justice, And Islamic Civic Ethics In Modern Democracy. Lentera Peradaban: Journal on Islamic Studies, 2(3), 228–248. https://doi.org/10.61166/lpi.v2i3.134

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.